Investasi Saham Syariah, Jalan Amanah Menuju Ekonomi Sejahtera

Alasan Kenapa Investasi Saham Syariah Menjadi Salah Satu Jalan Amanah Menuju Ekonomi Sejahtera

1. Emitennya tidak bertentangan dengan ajaran islam

Jika di saham konvensional dapat membeli emiten apa pun yang menarik perhatian Anda dan tentu saja berprospek bagus. Maka, berbeda dengan investasi ini. Di investasi saham syariah, ada beberapa emiten perusahaan yang tidak dapat Anda masuki. Sebab bertentangan dengan ajaran Islam.

Misalnya saja tidak ada penanaman saham di perusahaan rokok ataupun perusahaan alkohol ketika Anda bermain saham syariah. Perseroan ataupun perusahaan yang menerbitkan saham syariah tentu juga harus menjalankan usahanya sesuai dengan konsep ajaran Islam. Jika tidak, maka perusahaan tersebut tidak dapat menerbitkan saham syariah.

2. Sistem bagi hasil

Sama dengan bank-bank syariah yang tidak menerapkan unsur riba. Di saham syariah pun Anda tidak akan mendapatkan keuntungan berupa bunga atau riba. Sistem yang berlaku di saham syariah adalah bagi hasil.

Dalam sistem ini, pemegang saham juga tidak hanya memiliki kemungkinan untuk mendapatkan sebagian untung dari perusahaan. Akan tetapi juga mempunyai risiko yang sama besar jika perusahaan ataupun perseroan mengalami kerugian.

3. Musyawarah untung dan rugi

Dalam investasi ini, masalah bagi hasil untung dan risiko rugi juga sudah mesti disepakati ketika Anda hendak mendaftarkan saham. Calon pemegang saham dan perusahaan harus bermusyawarah terlebih dahulu, untuk mencapai kesepakatan bersama tanpa paksaan.

Inilah yang kemudian disebut dengan iktikad saham. Dengan adanya iktikad tersebut, pemegang saham bisa terlepas dari yang namanya ghahar maupun masyir.

Dalam etika bersepakat, perusahaan ataupun perseroan memiliki ketentuan untuk memaparkan dengan sejelas-sejelasnya informasi apa saja mengenai perusahaannya. Di mana seluk-beluk perusahaan harus diketahui calon pemegang saham agar tidak ada kesalah pahaman di kemudian hari.